Kala IMF dan World Bank Happy dengan Fasilitas Internet Kita

Pertemuan Tahunan atau Annual Meeting IMF-World Bank Group (AM IMF-WBG) 2018 di Bali pada Oktober mendatang membuat tidak kurang dari seribu staf kedua lembaga tersebut harus berkantor di lokasi acara. Atas kebutuhan tersebut, sebuah hotel di kawasan Nusa Dua, Bali harus dikonversi menjadi kantor mereka. Di sana, para staf tersebut akan berkantor selama satu bulan penuh dalam rangka acara tersebut.

Satu kebutuhan mendasar mereka adalah internet dengan kecepatan tinggi. Atas dasar itu, oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dibangun sebuah instalasi kategori high speed internet dibangun di hotel tempat mereka berkantor. Untuk bisa mewujudkan hal itu, telah dibangun infrastruktur khusus. Hal ini kontan membuat pihak IMF dan Bank Dunia senang dengan fasilitas tersebut.

“Salah satu indikasi mereka happy dengan infrastruktur ICP adalah mereka nggak bawa mainframe dari luar. Tidak seperti Annual Meeting sebelumnya,” demikian dikatakan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pertengahan Maret lalu.

Dengan kesiapan infrastruktur semacam itu, ribuan staf IMF dan World Bank banyak tertolong. Mereka menjadi tidak repot untuk membawa perlengkapan lebih guna mendapatkan internet cepat di momen Pertemuan Tahunan nanti.

“Mereka bawa device-nya saja. Bawa laptopnya, device-nya, semua mereka bawa, tetapi jaringannya dibangun oleh kita,” tambah Rudiantara.

Inilah salah satu bentuk kesiapan Indonesia menyambut para tamu dan kesiapan menjadi tuan rumah perhelatan kelas dunia. Tidak heran jika sejak jauh-jauh hari persiapan ini sudah dilakukan dan kini tinggal melaporkannya saja di Spring Meeting IMF-WBG, 20 April mendatang.

Dengan kesiapan ini, Ketua Panitia Nasional AM IMF-WBG 2018 Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan puas dengan kerja seluruh panitia acara.