Berkah Bali bagi Indonesia

5a9157878fc05889102403.jpg

Salah satu faktor terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Annual Meeting IMF-World Bank Group (AM IMF-WBG) 2018 adalah Bali. Executive Director IMF Juda Agung pernah mengatakan, saat proses seleksi berlangsung, Indonesia berhadapan langsung dengan Senegal. Namun karena Bali sudah terkenal di kalangan petinggi IMF dan World Bank, membuat Indonesia dipilih menjadi tuan rumah penyelenggara. "Waktu itu mereka sepakat karena Bali sangat terkenal di luar negeri," ucap dia, seperti dikutip CNBC Indonesia, Maret lalu.

Provinsi berjuluk Pulau Dewata ini memang dianugerahi Tuhan dengan keindahan yang luar biasa. Pantainya, ombaknya, tebingnya, panoramanya, sawah dan bukitnya, kreasi dan seninya, tradisi dan kebudayaannya, hingga manusianya yang teguh memegang jatidiri namun luwes terhadap yang berbeda, memang menjadikan Bali spesial. Segala kekayaan itu telah membuatnya, tidak hanya tujuan dan perhatian, namun juga primadona dunia.

Berkat Bali, segala upaya dan diplomasi delegasi Indonesia saat mengajukan diri sebagai tuan rumah AM IMF-WBG 2018 bak gayung bersambut. Indonesia akhirnya dipilih karena dinilai lebih baik dari Senegal dan Mesir – dua saingan dalam tahap akhir seleksi.

Bali memang sudah lama memikat dunia. Orang luar bahkan lebih mengenal Bali dibanding Indonesia. Dan mulai tanggal 8 hingga 14 Oktober nanti, melalui Bali, Indonesia akan menjadi pusat perhatian dunia. Seluruh mata akan tertuju pada Nusa Dua, tempat lebih dari 15 ribu delegasi dari 189 negara berkumpul – ini berarti hampir seluruh negara di dunia ini.

Ribuan delegasi itu akan hadir di Nusa Dua dengan berbagai aktivitas dan agenda. Tidak kurang dari seribu staf Bank Dunia dan IMF akan berkantor di sana selama tidak kurang dari seminggu. Belum lagi jika para delegasi akan membawa sanak familinya untuk berlibur. Kesempatan ini tentu akan memberi banyak manfaat bagi Indonesia.

Manfaat itu meliputi peluang peningkatan pariwisata, investasi, dan bisnis yang berkelanjutan. Selain itu, rangkaian acara selama satu pekan tersebut setidaknya akan memberi platform yang tak tertandingi bagi Indonesia untuk mengatakan pada dunia tentang pencapaian-pencapaian yang sudah diraih, potensi dan pertumbuhan ekonomi, dan juga iklim investasi.

AM IMF-WBG 2018 juga akan memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan global utama bagi kunjungan dan acara serupa, sehingga memungkinkan Indonesia memproyeksikan diri sebagai lokasi yang terorganisir secara baik untuk pertemuan-pertemuan tingkat tinggi berikutnya.

Pada tingkat lokal, meskipun Bali sudah menjadi tujuan kelas dunia dengan berbagai rupa dan warnanya, perbaikan akan terjadi di berbagai bidang. Sebut saja fasilitas bandara, jalan raya, pariwisata domestik, dan konektivitas digital. Demikian juga bagi 60 tujuan wisata di Banyuwangi, Lombok, dan daerah-daerah lainnya di Nusantara.

Tidak berhenti di situ, pasca acara, berbagai fasilitas dan infrastruktur yang sudah terbangun, akan dirasakan warga Bali khususnya, dan masyarakat Indonesia umumnya. Meja, komputer, dan perlengkapan kegiatan lainnya akan diserahkan kepada Pemda Banyuwangi, Badung, Lombok untuk kemudian diperuntukkan bagi siswa-siswa sekolah di tiga daerah tersebut.

Lebih dari itu, Pertemuan Tahunan di Bali juga akan menjadi kesempatan bagi Indonesia dan Asia untuk mempertegas kembali pentingnya peran dan pengaruh besar mereka di panggung dunia. Indonesia adalah negara kuat dan berpengaruh yang semakin menonjol di Asia, kawasan yang pengaruhnya semakin meningkat sebagai pasar terbesar di dunia dalam waktu dekat.

Kiranya, tidak berlebihan jika disebut bahwa Bali adalah berkah bagi Indonesia. Tentu saja ia bukanlah satu-satunya faktor. Namun kita bisa menyebut, karena Bali, Indonesia bisa mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah acara internasional yang semua mata dunia akan tertuju kepadanya. Semua menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 189 negara akan bertemu selama dua hari di sana.

Menko Kemaritiman selaku Ketua Panitia Nasional AM IMF-WBG 2018 Luhut Pandjaitan dalam satu kesempatan bahkan menyebut, bakal ada dua ribu hingga tiga ribu side meeting yang mengiringi acara tersebut. IMF menyebut pertemuan-pertemuan ini sebagai konferensi ekonomi utama di dunia.

Bali, memang berkah bagi Indonesia.