Tanah Lot: Tempat di Mana Matahari Terbenam

5a8bdd57eba1b451832089.jpg

Tak lengkap rasanya jika ke Bali namun tak singgah ke Tanah Lot. Inilah salah satu tempat yang menjadi tujuan banyak wisatawan saat berkunjung ke Pulau Dewata. Di sini, bertahta pura yang anggun dan syahdu, Pura Tanah Lot. Letaknya yang menghadap langsung ke Samudra Hindia ditambah keindahan Pura yang menjadi siluet saat sore hari, menjadikan Tanah Lot sebagai salah satu tempat terbaik untuk menyaksikan terbenamnya matahari (sunset).

Pura Tanah Lot atau disebut juga dengan Pura Luhur Tanah Lot adalah tempat suci agama Hindu peninggalan abad ke-16 yang masih digunakan hingga saat ini. Ia dibangun sebagai tempat untuk memuja dewa penjaga laut dan menjadi salah satu pura penting dan sangat dihormati masyarakat Bali.

Berada di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Pura Tanah Lot berjarak kurang lebih 30 km dari Kota Denpasar, 43 km dari Pantai Kuta, dan 11 km sebelah selatan kota Tabanan. Pura Tanah Lot terletak di tepi pantai Tanah Lot dan berdiri di atas sebuah batu karang laut yang kokoh dan kuat.

Terpisah dari daratan utamanya, Pura Tanah Lot dapat dicapai langsung dengan berjalan kaki saat air laut sedang surut. Jika dilihat dari jauh atau saat laut sedang pasang, Pura Tanah Lot akan terlihat seperti mengambang di atas air laut, dan memberikan sebuah pemandangan yang menakjubkan. Inilah asal mula orang-orang menyebutnya “Tanah Lot”, yang berarti sebuah tanah atau pulau yang terletak di laut.

Terdapat delapan pura suci di sekitar area Tanah Lot, antara lain Pura Penataran, Pura Penyawang, Pura Jero Kandang, Pura Enjung Galuh, Pura Batu Bolong, Pura Batu Mejan, dan Pura Pakendungan. Setiap pura memiliki fungsi dan tujuannya sendiri. Selain itu juga terdapat Monumen Tri Antaka yang dibangun untuk menghormati tiga pahlawan Bali.

Setiap 210 hari sekali, empat hari setelah hari raya Kuningan, tepatnya pada hari raya suci yang dikenal sebagai Buddha Cemeng Langkir, Pura Tanah Lot mengadakan acara Odalan atau hari raya Pura. Pada saat perayaan inilah pengunjung dapat melihat keanggunan perempuan Bali yang berjejer membawa sesaji di atas kepala mereka guna berdoa di Pura.

Keunikan lain dari Tanah Lot adalah terkait mitos masyarakat setempat tentang ular suci yang ada di Pura. Ular suci yang terdapat di sudut karang yang ada di dekat Pura dipercaya sebagai penjaga dan penyelamat dari serangan-serangan jahat yang mengganggu kesucian Pura.

Sebagai sebuah kawasan wisata, Tanah Lot telah dikelola dengan sangat baik untuk kenyamanan para wisatawan. Kawasan wisata Tanah Lot sudah memiliki fasilitas yang lengkap, mulai dari area parkir, toilet, toko cindera mata khas Bali, panggung pertunjukan terbuka, pusat informasi wisata, serta layanan keamanan dan keselamatan.

Selain itu, di sekitar kawasan wisata juga terdapat banyak penginapan dan restoran, mulai dari penginapan sederhana, hingga vila dan hotel berbintang. Beberapa hotel dan restoran di sini kerap menggelar berbagai acara di malam hari, seperti pertunjukan tari Kecak dan sunset dinner.

Berkunjung ke Tanah Lot akan memberikan pengalaman tersendiri. Di sana kita bisa melihat keindahan matahari tropis yang perlahan menghilang di balik cakrawala, mendengarkan deburan ombak yang menerjang pantai, hingga hawa tenang Samudra Hindia yang akan membuat manusia menghargai kehidupan.