Dukungan BMKG untuk Annual Meeting IMF-World Bank di Bali

Jakarta – Pertemuan Tahunan IMF-Kelompok Bank Dunia 2018 di Bali mendapat dukungan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dukungan tersebut berupa sistem prakiraan cuaca berbasis kecamatan. Sistem ini memungkinkan informasi yang lebih detil dalam skala ruang dan waktu.

Menjadi lebih detil karena skala ruang yang awalnya adalah kabupaten berubah menjadi skala kecamatan. Ini artinya, tiap-tiap kecamatan di suatu kabupaten akan terdeteksi prakiraan cuacanya.

Demikian juga untuk skala waktunya, yang semula waktu prakiraan hanya berkisar 3 hari, berubah menjadi 7 hari ke depan. Tidak hanya itu, jangka waktu prakiraan yang awalnya setiap 6 jam sekali juga berubah menjadi 3 jam sekali.

Sistem ini diluncurkan oleh BMKG dalam rangka memperingati Hari Meteorologi Dunia ke-68, di Jakarta, Jumat, 23 Maret, kemarin. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, sistem ini diluncurkan dalam rangka meningkatkan layanan kepada masyarakat.

"Salah satu upaya BMKG adalah dengan meningkatkan layanan berbasis digital dan terintegrasi secara nasional," ujar Dwikorita, seperti dikutip laman merdeka.com, Jumat (23/3).

Sebagai tahap awal, sistem tersebut akan diterapkan di empat provinsi, di mana Bali menjadi salah satunya. Hal ini dimaksudkan sebagai bentuk dukungan BMKG terhadap Pertemuan Tahunan yang akan dihelat pada Oktober nanti di Nusa Dua, Bali.

Selain Bali, ada DKI Jakarta dan Sumatera Selatan terkait gelaran Asian Games ke 18 di dua kota tersebut, di tambah dengan Sulawesi Selatan.

Dwikorita berharap, diluncurkannya sistem prakiraan berbasis kecamatan ini membantu mitigasi bencana dan dampak perubahan iklim bagi pemerintah dan warga.

Bagi dua perhelatan internasional yakni Asian Games di Jakarta dan Sumsel, serta Pertemuan Tahunan di Bali, hal ini tentu akan sangat membantu panitia memprediksi kondisi cuaca.

Selain itu, dengan sudah terhubungnya BMKG dengan World Weather Information System (WWIS) di bawah koordinasi World Meteorological Organization (WMO), akan membuat prakiraan cuaca di wilayah Indonesia bisa diakses melalui laman milik lembaga meteorologi dunia tersebut.

Dekat kata lain, hal ini membuat Indonesia terhubung dengan platform global sehingga dapat diakses dari seluruh dunia. Hal ini tentu akan membantu banyak pihak, termasuk bagi Panitia Nasional Pertemuan Tahunan.